The road is long
With many a winding turn
That leads us to who knows where
Who knows when
But I'm strong
Strong enough to carry him
He ain't heavy, he's my brother
So on we go
His welfare is of my concern
No burden is he to bear
We'll get there
For I know
He would not encumber me
He ain't heavy, he's my brother
If I'm laden at all
I'm laden with sadness
That everyone's heart
Isn't filled with the gladness
Of love for one another
It's a long, long road
From which there is no return
While we're on the way to there
Why not share
And the load
Doesn't weigh me down at all
He ain't heavy, he's my brother
He's my brother
He ain't heavy, he's my brother...
Pernyataan Cinta
Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.
Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.
Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan
Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.
Apakah maksud-Mu?
Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.
Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,
Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,
Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,
Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,
Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.
Date: Selasa, 22 Februari 2011
Label: Jalaluddin Rumi
Label: Jalaluddin Rumi
Diseberang Cakrawala (Istana Nietszche)
Dimana-mana perang kesia-sian dan perang kehidupan membara; Tiada seorangpun yang mengetahui rahasia langit. Dimana-mana kematian membawa pesan kehidupan : betapa bahagianya manusia yang mengerti dan terlibat dengan kematian. Dimana-mana kehidupan begitu murah laksana udara, dan meskipun sementara, hal ini berlangsung untuk selamanya. Mataku menjelajahi ratusan dunia hingga akhirnya mencapai batas semesta. Masing-masing dunia memiliki bulan dan galaksinya sendiri, masing-masing dunia menjalankan hidup menurut aturannya sendiri-sendiri. Waktu berlalul laksana air mengalir : disini lambat, disana berputar-putar, satu tahun menjadi satu bulan dan sementara disini, yang berlebih didunia sini menjadi kurang didunia yang lain. Pemikiran Kita, kebanggaan kita dan kekayaan kita disini, didunia lain menjadi hina dan tak berharga.
Date: Rabu, 02 Februari 2011
Label: mohammad iqbal
Label: mohammad iqbal
Langganan:
Entri (Atom)










